Berbohong
Posted by: nurdin Posted date: 01.56 / comment : 0
Allah Subhanahu Wa Ta ala telah menjadikan umat Islam bersih dalam kepercayaan, segala perkataan dan perbuatan dan perkataannya. Kejujuran adalah barometer kebahagian suatu bangsa. Tiada kuci kebahagiaan dan ketentraman haqiqi melainkan bersikap jujur baik secara vertikal maupun horizontal.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”(QS. Al Isra : 36).
“Sesungguhnya jujur itu menunjukkan kepada kebaikan, sedangkan kebaikan menuntun menuju surga. Sungguh seseorang yang membiasakan jujur niscaya dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada kemunkaran, sedangkan kemunkaran itu menjerumuskan ke neraka. Sungguh orang yang berdusta akan selalu dicatat sebagai pendusta”(HR Bukhari Muslim).
Bohong adalah perbuatan haram, karena membahayakan orang lain, tetapi dalam kondisi tertentu berubah hukumnya menjadi mubah bahkan wajib. Para ulama menetapkan pembagian hukum dusta sesuai dengan lima kategori hukum syar’i, meskipun pada dasarnya hukum berbohong adalah haram. Adapun pembagiannya sebagai berikut :
1. Haram, yaitu kebohongan yang tak berguna menurut kacamata syar’i.
2. Makruh, yaitu dusta yang dipergunakan untuk memperbaiki kemelut rumah tangga dan yang sejenisnya.
3. Sunnah, yaitu seperti kebohongan yang ditempuh untuk menakut-nakuti musuh Islam dalam suatu peperangan, seperti pemberitaan yang berlebihan tntang jumlah tentara dan perlengkapan kaum kuslimin agar musuh gentar.
4. Wajib, yaitu seperti dusta yang dilakukan untuk menyelamatkan jiwa seorang muslim atau hartanya dari kematian atau kebinasaan.
5. Mubah misalnya yang dipergunakan untuk mendamaikan persengketaan di tengah masyarakat.
Tetapi sebagian ulama berpendapat, semua bentuk dusta adalah buruk dan harus dijauhi, sebab tidak sedikit ayat-ayat Al Qur’an yang mencelanya.
Adapun faktor pendorong terjadinya dusta adalah :
1. Tipisnya rasa takut kepada Allah.
2. usaha memutarbalikkan faktanya dengan berbagai motif.
3. mencari perhatian.
4. tiadanya rasa tanggung jawab dan berusaha lari dari kenyataan hidup.
5. kebiasaan berdusta sejak kecil.
6. merasa bangga dengan kebohongannya.
About nurdin
This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
A. Ikhtiar a. Merencanakan pekerjaan sematang-matangnya oleh ahlinya (dengan ilmu) “… maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetah...
-
Sinopsis Muhammad RasululLah SAW adalah sebagai hamba di antara hamba-hamba Allah lainnya. Sebagai hamba maka Rasul mempunyai ciri yang jug...
-
B. DO’A Urgensi do’a dalam bekerja : Rasulullah saw. pernah bersabda: “Barangsiapa yang dibukakan baginya pintu untuk berdo’a berarti telah ...
-
Manfaat daun sirsak dan juga manfaat buah sirsak untuk obat dan kesehatan lengkap di bahas disini. Sirsak dikenal sebagai buah yang nikmat u...
-
Di Jepang, pejalan kaki, sepeda gayung, sepeda motor serta mobil dan lainnya memiliki peraturan sendiri-sendiri yang telah ditetapkan pemeri...
-
Al Qur`an Al Karim telah memaparkan secara jelas hakikat gerakan musuh-musuh Islam yang senantiasa berusaha memadamkan cahaya Islam di permu...
-
Drs. H. Ahmad Yani Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo’a dan memin...
-
Khasiat Daun Kemangi, mungkin belum banyak orang mengetahuinya. Namun ternyata daun yang bentuknya kecil ini pun mempunyai khasiat dan manfa...
-
Ada orang mengatakan, “Berbohonglah, berbohonglah, dan berbohonglah, maka kebohongan itu akan jadi sebuah kebenaran.” Saya setuju dengan sta...
-
Pendahuluan Mengenal Rasul adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk mengamalkan Islam secara sempurna. Tanpa Rasul maka kita tidak da...

Tidak ada komentar: